Jumat, 12 Juli 2013

KeEsaan Tuhan Dalam Alkitab

YESUS DATANG BUKAN UNTUK MEROMBAK TAURAT......

Berbeda  dengan  apa yang dianut , diayakini, dan  dipahami   oleh orang-orang  Kristen  sekarang  ini   terhadap  Keesaan  Tuhan   , Alkitab   sendiri  memberikan  kesaksian  bahwa  Yesus    sendiri, sebagaimana juga Rasul-Rasul yang lain diutus oleh Allah  memegang teguh  kepercayaan  akan  "keesaan  Tuhan".  Hal  ini  diungkapkan beliau  sesuai dengan kesaksian penulis-penulis Injil bahwa  Yesus sama  sekali  tidak  membawa suatu ajaran baru  yang  menghapuskan ajaran  Nabi-Nabi terdahulu. Kepada orang-orang Bani Israel beliau menjelaskan  kedatangannya bukanlah  untuk merombak ajaran  Taurat yang  diturunkan  kepada  Nabi Musa melainkan  hanya  "menggenapi" atau  mengadakan  semacam  "reenforce" terhadap  Perjanjian  Lama. Orang-orang  Yahudi sepeninggal Musa, telah melupakan ajaran  Nabi Musa   itu dan Yesus datang kembali untuk mengingatkan agar mereka kembali   berpegang   kepada  Kitab  Taurat.Lebih   lanjut   Yesus menjelaskan misinya kepada Bani Israel itu:

"Janganlah  kamu  menyangka,  bahwa Aku  datang  untuk  meniadakan hukum  Taurat  atau  Kitab  para  Nabi.  Aku  datang  bukan  untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena  Aku  berkata kepadamu:  Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan  bumi  ini, satu  iota  atau  satu titikpun tidak akan ditiadakan  dari  hukum Taurat,   sebelum  semuanya  terjadi.  Karena   itu   siapa   yang meniadakan  salah  satu  perintah  hukum  Taurat,  sekalipun  yang paling  kecil, dan mengajarkannya  demikian kepada orang  lain  ia akan  menduduki  tempat yang paling rendah dalam  kerajaan  sorga, tetapi  siapa yang melakukan dan melakukan dan mengajarkan  segala perintah-perintah  hukum Taurat, ia akan  mendudduki  tempat  yang tinggi didalam Kerajaan Sorga. "
(Matius 5:17-19).

Jadi   jelaslah   bahwa   Yesus  hanya  sebagai   "reformer"   dan "pembaharu"  dari  ajaran  Taurat dan Kitab-Kitab  Nabi  terdahulu yang  sudah  lama  ditinggalkan dan dilupakan orang-orang  Yahudi. Beliau  sesuai  dengan  pengakuannya  sama sekali   tidak  membawa ajaran  baru  yang  merombak ajaran Taurat itu.  Musa  menjelaskan kepada  orang-orang  Yahudi tentang keesaan Tuhan  dan  bahwasanya Allah adalah satu-satunya Tuhan bagi orang-orang Israel itu.

"Akulah  TUHAN,  Allahmu, yang membawa engkau  keluar  dari  tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu Allah allah  lain dihadapanKu.  Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai  apapun yang  ada  dilangit   di atas atau yang ada dibumi   dibawah  atau yanga ada didalam air dibawah bumi."......
(Ulangan 5:6-8).
Masih dalam Kitab Taurat, dengan tegas dan jelas dapat kita baca:

"Dengarlah,  hai  orang Israel: TUHAN itu Allah  kita,  TUHAN  itu esa!..
(Ulangan 6:4).
Jika  seandainya  Trinitas dimana Yesus  adalah  salah  satu  dari oknum  Tuhan  bahkan  orang-orang  Kristen  meyakini  bahwa  Yesus adalah  Allah  sendiri  sebagaimana yang ditekankan  dalam  ajaran Kristen  sekarang  ini, benar merupakan ajaran  Yesus  tentu  saja doktrin  tersebut akan kita jumpai dalam Perjanjian Lama.  Padahal apa  kita  lihat dalam ajaran Musa adalah  berlawanan  dengan  apa yang  dianut  oleh orang-orang Kristen sekarang ini.  Musa  sangat menekankan   pentingnya  kepercayaan akan  "kesaan  Tuhan"  kepada orang-orang  Yahudi dan dalam Perjanjian Baru  pun   hal  tersebut juga dilakukan oleh Yesus terhadap pengikutnya.

"Jawab  Yesus:"Hukum  yang terutama ialah:  Dengarlah,  hai  orang Israel,  Tuhan  Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihi  Tuhan,  Allahmu dengan  segenap  hatimu  dan  dengan  segenap  jiwamu  dan  dengan segenap  akal  budimu  dan  dengan segenap  kekuatanmu"....
(Markus 12:29-30).
Lebih lanjut lagi Yesus mengatakan:

"Ada  seseorang  datang kepada Yesus dan berkata:'Guru,  perbuatan baik  apakah  yang  harus kuperbuat untuk  memperoleh  hidup  yang kekal?'.  Jawab  Yesus: 'Apakah sebabnya engkau bertanya  kepadaKu tentang  apa  yang  baik?  Hanya satu yang  baik.  Tetapi  jikalau engkau   igin  masuk  kedalam  hidup,  turutilah  segala  perintah Allah".....
(Matius 19:16-17).

Jadi  jelaslah Yesus sama sekali menekankan pentingnya kepercayaan akan  "keesaan Tuhan" secara mutlak dan menganjurkan kepada murid- muridnya   untuk   bertindak  serupa....   ...Yesus   juga   tidak mengajarkan kepada pengikutnya bahwa dia adalah salah  satu  oknum trinitas  .....bahkan  Yesus dalam setiap ucapan  dan  tindakannya sama  sekali  tidak  menunjukkan bahwa dia adalah  Allah....  atau oknum  Allah  dari  ajaran Trinitas yang dianut  oleh  orang-orang Kristen dewasa ini....
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar